DEMOKRASI KEBABLASAN


Demokarasi adalah suatu sistem politik Negara dimana rakyat memegang kekuasaan tertinggi, bukan atas kekuasan raja atau kaum bangsawan. Negara ini adalah negara yang menganut paham demokrasi, dimana negara menjamin partisipasi masyarakat dalam menjalankan pemerintahan dan kehidupan berpolitik dengan bebas, tanpa tekanan namun tetap dalam koridor hukum dan undang-undang. Hal ini dapat ditemukan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dimana negara menjamin kemerdekaan untuk berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat. Hal ini dilakukan sebagai wujud partisipasi politik masyarakat dalam menyampaikan aspirasi politiknya untuk pembangunan bangsa sesuai dengan kehendak dan cita-cita rakyat.
Setiap rakyat yang ada di Negara ini mempunyai kebebasan untuk menyampaikan usulan-usulan atau aspirasi-aspirasi yang dimilikinya yang bertujuan untuk membangun dan memajukan bangsa dan negara. Hal ini merupakan salah satu bentuk dari upaya partisipasi masyarakat dalam proses pembangnan bangsa. Oleh karena itu diperlukan suatu sarana atau alat yang dapat menampung semua aspirasi yang dimiliki oleh seluruh rakyat tersebut. Adapun sarana yang paling tepat dalam menempung dan menyampaikan aspirasi rakyat tersebut adalah Partai Politik, yang dimana fungsi partai politik ini adalah sebagai kendaraan (jalan) dalam menyampaikan usulan-uslan atau aspirasi-aspirasi yang dikeluarkan oleh rakyat.Dengan adanya sistem multi partai dan di tambah dengan adanya partai politik lokal lengkaplah sudah demokrasi di Negara ini, seharusnya dengan sistem multi partai dan politik lokal itu egual righ (politik, ekonomi) yang ada di negara ini dapat tercipta demi kebutuhan rakyat yang ada. Tetapi realita nya sekarang itu hanya bagaikan mimpi bagi masyarakat yang ada, karena partai yang ada saling bersaing untuk mendapatkan tahta sehingga mengabaikan kebutuhan masyarakat dan menciptakan Demokrasi kebablasan. Dinegara ini masyarakat tidak lepas hanya sebagai alat politik dimasa pemilu, selepas pemilu pemimpin yang terpilih semua pasti pura-pura gila dan pura-pura lupa ingatan (amnesia).
Selama 70 tahun Indonesia telah merasakan kebebasan dari penjajah colonial belanda, namun perujudan yang dicita-citakan dari awal kemerdekaan masih jauh dari kata layak, bahkan bangsa Indonesia belum mendapatkan jati diri yang sempurna sama sekali, perbedaan yang telah melekat dalam jiwa bangsa menjadi polemic tersendiri utuk menyatukan visi misi negeri. Sebenarnya permasalahan dasar bukan ada pada rakyat atau seluruh masyarakat Indonesia nemun permasalahan yang paling mendasar ada pada system yang mengatur setiap tatatanan Negara untuk menjadi sebuah lembaga penguasa agar bisa mengatur perbedaan menjadi keseimbangan baik dalam tatanan kesejahteraan atau pembangunan wilayah masing-masing. Namun dari sekian masa yang kita lalui maka belum juga bangsa ini  terlepas dari jeratan ekonomi dan pembangunan. Era awal kemerdekaan, orde baru sampai era reformasi kemajuan yang telah diidam-idamkan oleh seluruh rakyat belum juga kesampaian.
Diera orde baru pusat pembangunan malah disentralkan di Jakarta dan sekitaran pulau jawa, sehinga mulai muncul kecemburuan social dari masyarakat provinsi lain yang ada di seluruh indonesa. Proses peembangunan secara cepat yang digalakan oleh pemerintah orde baru rupanya belum menjawab persoalan nasional di kala itu, malah kecemburuan social yang berlebihan di tunjukan oleh daerah, pemberotakan didaerah mulai bermuculan sebagai penolakan terhadap pemerintahaan diera orde baru, timur-timor ( Negara republic timur leste sekarang ), aceh papua, sampai Maluku bergejolak sehingga situasi nasional kala itu tidak tenang, operasi secara gencar dilakukan untuk memaksa para pemberontak menyerah, namun para pemberontak bukan meyerah tetapi malah giat melakukan penyerangan kepada para serdadu pemerintahan. Selama tiga puluh tahun  bertahan akhirnya pemerintahan orde baru runtuh dan di presiden soharto dilengserkan oleh mahasiswa. Sejarah panjang yang pernah di ukir oleh pemerintahan orde baru berakhir sudah dengan tuntutan reformasi. Yang menjadi focus kita adalah dampak perubahan masa orde baru terutama sekali dari segi kesejahteraan masyarakat, selama orde baru berjalan tidak ada kemajuan sama sekali terhadap daerah-daerah yang ada diseluruh Indonesia tetapi pembangunan malah terpusat di pulau jawa akibatnya paska reformasi banyak sekali masyarakat yang ada didaerah melakukan transmigrasi besar-besaran keibu kota dengan tujuan mendapatkan kelayakan hidup yang lebih baik. Namun ketika gema reformasi berkumandang prioritas perubahan terus dikampanyekan agar Negara cepat dan tidak terpusat dalam segi pembangunan. Projek-projek pembangunan terus di jalankan disetiap daerah perubahan secara besar-besaran dilakukan dengan memperhatikan adat-istiadat setempat. Namun yang menjadi prioritas pandangan dalam sebuah kajian kenegaraan adalah pada perubahan bangsa yang begitu cepat dan tidak terbendung sama sekali, idiologi pancasila seakan tidak berdaya sama sekali menahan lajunya perubahan masyarakat yang mengarah pada kebebasan seperti di Negara-negara eropa, nilai-nilai leluhur semangkin memudar dari kaedah dasar masyarakat yang ada adalah tindakan yang tidak sesuai lagi dalam lingkup Indonesia. Reformasi juga tidak bisa membendung korupsi yang bertambah merajaalela di Negara yang kita cintai ini. Korupsi sudah menjadi kegiatan masal dalam tubuh pemerintahan. Bisa kita katakana semenjak reformasi di kumandangkan korupsi masal mulai terlaksanakan. Korupsi tidak bisa tertahankan seolah pemerintahan masa sekarang seperti kehaussan karena telah lama tidak bisa melakukan korupsi dimasa pemerintahan orde baru.
Setia perubahan tentunya memiliki nilai positif dan negatif tetapi yang menjadi patokan kita adalah pada ukuran nilainnya yang membuat sebuah persentase untuk politik Negara, dalam pandangan saya demokrasi pada masa sekarang lebih banyak mengandung sifat negative karena dengan adanya demokrasi keran-keran korupsi seolah terbuka bagi siapapun orang yang ada dinegeri ini sehingga kita bisa melihat bagai mana negeri ini tidak dapat melakukan perubahan secara baik dan merata sehingga seringkali kita sebut sebagai demokrasi kebablasan.



KABARI KE TEMANMU VIA : Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
0 Komentar untuk "DEMOKRASI KEBABLASAN"

Popular Posts

Back To Top