Beberapa waktu lulu kita
menyaksikan bagaimana umat islam bangkit secara bersama-sama melakukan aksi
besar-besaran untuk menuntuk Basuki
Tjahya Purnama yang biasa disapa AHOK oleh
para pendukungnya. Berawal dari komentarnya terhadap salah satu Ayat Suci Al
Quran yang kala itu beliau sedang melaksanakan tugas sebagai Gubernur DKI
Jakarta di kepulauan seribu. Pernyataan beliau tentang surat al maidah ayat 51
dianggap telah melakukan pelecehan terhadap agama islam, kitab suci umat islam
sekaligus para ulama islam yang ada dinegeri ini. Hal inilah yang membangkitkan
semangat juang para pemeluk islam untuk menuntu penegakan hukum terhadap AHOK
yang dianggap telah melecehkan agama islam. Kajian tentang kasus AHOK pada
dasarnya cukup mudah dan simple sekali namun yang membuat terasa sulit dipahami
dan di mengerti oleh banyakm pihak adalah ketika kasus penistaan agama di
politisir oleh golongan tertentu sehingga membuat banyak orang islam tergerak
hatinya untuk melakukan protes secara besar-besaran yang mengakibatkan
kekhawatiran yang cukup besar bagi para elit Negara, bagaimana tidak aksi pada
tanggal 4 november 2016 digadang-gadang membawa masa sebanyak seratus rubu
orang untuk melakukan aksi menuntut pelaksana hukum terhadap AHOK sendiri, aksi ini menimbulkan
kericuhan kecil yang tidak menimbulkan korban jiwa kedubelah pihak namun aksi
ini membuat heboh semua penduduk Indonesia yang khawatir terhadap aksi yang
dianggap telah dipolitisir oleh tokoh politik yang memiliki kepentinggan untuk
merebut kekuasaan yang sedang di pimpin oleh presiden jokowi saat ini. Bagamana
tidak jokowi pernah berduat dalam pertarungan gubernur DKI bersama AHOK di
tahun 2012 lalu yang mengakibatkan beliau berhasil menduduki kursi nomor 1 di
DKI dan dengan ini pula jokowi berhasil merebuat jabatan tertinggi di negeri
ini dengan berhasil menaklukan probowo di pilpres 2014 lalu. Mungkin inilah
yang mengakibatkan para penegak hukum tidak terlalu berani mengabil sikap untuk
memproses AHOK pertama kali saat dilaporkan oleh ormas islam pada saat itu, namun reaksi cepat yang di
tunjukan MUI sebagai ormas islam yang cukup di percaya membuat keadaan berbalik
arah, isu penistaan agama yang cepat merambaat keseluruh pelosok negeri yang
mengakibatkan tumbuhnya rasa prihatin yang begitu besar pada umat islam
sehingga membuat berbondong-bondong ikut aksi selanjutnya yaitu pada tangal 2
desember 2016 yang di isukan berhasil mengumpulkan masa sampai tujuh juta jiwa
dengan agenda yang sama untuk menuntut penangkapan terhadap penista agama dan
di adili seadil-adilnya. Aksi ini membuat dunia memberikan perhatian khusus
terhadap isu yang di hadapi oleh pemerintah Indonesia, beragam berita dari
stasiun televise dunia membahas bagaimana protes besar-besaran yang dilakukan
oleh umat islam Indonesia untuk melaksanakan hukum terhadap penistaan agama. Namun
ada hal lain yang menjadi sebuah dilema bagi Negara, akibat banyaknya masa yang
berkumpul maka sangat mungkin pemerintah mulai di goyangkan oleh elit yang
memiliki kepentingan untuk merunrtukan pemerintahan yang sedang berkuasa namun
kita akan lebih melihat pada dasar tuntutan masa yang pada dasarnya meliki
kesesuaian sebagai warga Negara yang memiliki hak hukum yang sama diseluruhg
plosok negeri, dalam hal lain isu revolusi terus di kobarkan jika pelalsanaan
hukum terhadap penista agama tidak di proses sesuai dengan kaedah hukum Negara,
sehingga ada dua masalah penting yang dikaji, pertama bagaimana pelaksanaan
hukum yang adil jika proses hukum yang dijalankan penuh denngan tekanan, banyak
para pengamat hukum menilai hukum tidak akan tegak seadil-adilnya jika dalam
proses penegakan hukum terus mendapatkan tekanan dari publik sedangkan yang
kedua hukum penistaan agama harus di tegakkan di negeri ini, karena asas Negara
tidak boleh diambil laih oleh segolongan orang baik mayoritas atau minoritas
dengan tujuan bahwa Negara ini tidak ada yang lebih kuat dan tidak ada yang
lebih lemah selain hukum yang berkuasa setinggi-tingginya agar semua masyarakat
merasa sama dan tidak ada beda.
Popular Posts
-
BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Perkembangan dunia diikuti juga oleh perkembangan pemikiran disemua bidang keh...
-
HAM DAN ISLAM SAYED AZNAN Dengan rahmat allah yang mahakuasa semoga kita dalam lindungan allah yang maha besar, dan semoga rahmat d...
-
NAMA : SAYED AZNAN NIM : 1210103010015 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Munculnya isu-isu politis mengenai fundamen...
-
NAMA : SAYED AZNAN M.K. : POLITIK ASIA TENGARA Politik Luar Negeri Malaysia terhadap Indonesia, 1957-1976: Dari Konfrontasi...
-
Tepat pada tahun ini bangsa kita Indonesia genap memasuki umurnya yang ke-63, seiring dengan semakin menuanya bangsa kita ini di impit deng...
-
Teori Neoliberalism Disusun oleh : Sayed aznan Neoliberalisme, liberalisme sendiri adalah sebuah teori dan ...
-
Birokrasi merupakan alat pemerintah untuk menyediakan pelayananan publik dan perencana, pelaksana, dan pengawas k...
-
Ada empat poin pemikiran karl marx 1. Marx bahwa ekonomi adalah faktor yang paling penting di dalam masyarakat apa pun. Bagi Marx, semua ...
-
oleh : SAYEDAZNAN Afghanistan termasuk di antara negara yang menghadapi serangan luas budaya dikarenakan berbagai krisis politik, sosial,...
-
Teori Pemisahan kekuasaan dan Penerapannya dalam Sistem Pemerintahan Modern A. Wacana pembahasan Dalam sebuah praktek ketatanegar...
0 Komentar untuk "indonesia dan AHOK"