REVIEW KONFLIK KELAS DI THAILAND SELATAN

 SAYED AZNAN
Konflik kelas di Thailand selatan
A.    Latar Blakang
Perbedaan budaya dan agama antara kelompok yang berbeda kadang kala menjadikan manusia amat sukar untuk mencari kesepakatan. Keputusan untuk berkompromi mungkin tidak dapat dihasilkan kerana budaya dan agama telah menetapkan aturan tertentu yang wajib diikuti dan dihindari oleh penganutnya. Justeru, konflik yang berlaku di wilayah Selatan Thailand atau konflik Patani hari ini berkait rapat dengan ungkapan yang dinyatakan diatas. Buktinya, konflik ini sudah lama berlangsung yaitu sejak tahun 17861 yang dimana wilayah kesultanan Melayu Fathoni telah dikuasai oleh kerajaan Siam. Walaupun sekitar awal tahun 2000 konflik ini dikatakan dapat dikawal  oleh pemerintah yang mejamin tidak akan terjadinya  insiden-insiden besar yang menarik perhatian dunia. Namun pada dasarnya, konflik ini masih berlangsung yaitu di buktikan dengan kejadian  4 Januari 2004. Peristiwa ini di mulai dengan penyerangan kem tentara yang ada dalam wilayah Narathiwat Peristiwa telah diserang dan 18 sekolah milik kerajaan telah dibakar oleh kelopok yang tidak dikenal. Jeneral Thammarat Israkul Na Ayuthaya, bekas Menteri Pertahanan, menyatakan bahawa kejadian ini berkait erat dengan kegiatan gerakan sparatis yang mencoba  untuk menuntut kemerdekaan wilayah Patani, Yala, Narathiwat, Satun dan sebahagian  Songkhla. Walau bagaimanapun, pernyataan yang dikeluarkan itu tidak mendapat pertangung jawaban langsung dari pihak pemberontak  atas kejadian tersebut. Serangan terhadap Kem Tentera ini merupakan peristiwa yang menarik perhatian dunia di karenakan berdasarkan kejadian membuktikan bahwa kelompok pemberotak masih ada dan masih belum puas terhadap pemerintah Thailand.
            Pada dasarnya konflik di Thailand selatan merupakan konflik etnis dimana ada empat wilayah yang berada di selatan thailan yang di huni oleh etnis melayu patani yang mayoritas mereka beragama islam, mereka memberontak dan inggin melepaskan diri dari negeri Thailand di karenakan adat, budaya dan agama yang berbeda di tambah lagi dengan kebijakan pemerintah Thailand yang sering membuat mereka rugi dan merasa di anak tirikan. Seperti yang kita ketahui bahwasanya Thailand sendiri merupakan negara yang paling banyak penganut Kristen di asia tengara bahkan hampir semua aspek pemerintahan di huni oleh orang non muslim sehingga seringkali sebuah kebijakan yang di buat oleh pemerintah Thailand tidak memihak pada kaum melayu. Dari perbedaan inilah mereka seringkali tidak di anggap sebagai masyarakat Thailand dan selalu mendapat tekanan dari pihak militer Thailand mereka bertekat untuk membangun sebuah pergerakan untuk melepaskan diri dari negara Thailand.


B.     LANDASAN TEORI
1.   Teori konflik
karl marx melihat bahwasanya para pemilik modal selalu mencoba mengambil keuntungan dari buruh tanpa alasan yang jelas, terkadang kaum borjuis menekan kaum ploletar secara besar-besaran agar mereka mendapatkan keuntungan yang banyak. Dari sinilah pada suatu saat buruh akan bersatu dan melakukan revolusi untuk mendapatkan keadilan.Marx adalah seorang optimis. Dia percaya bahwa setiap panggung sejarah berdasarkan pengaturan ekonomi eksploitatif yang dihasilkan dalam dirinya benih-benih kehancurannya sendiri. Sebagai contoh, feodalisme, di mana pemilik tanah dieksploitasi kaum tani, memunculkan kelas kota yang tinggal pedagang, yang dedikasi untuk membuat keuntungan akhirnya mengarah pada revolusi borjuis dan era kapitalis modern. Demikian pula, hubungan kelas kapitalisme pasti akan mengarah ke tahap berikutnya, sosialisme . Hubungan Kelas kapitalisme mewujudkan kontradiksi kapitalis membutuhkan tenaga kerja, dan sebaliknya, tetapi kepentingan ekonomi kedua kelompok secara mendasar bertentangan. Kontradiksi seperti itu berarti konflik inheren dan ketidakstabilan, perjuangan kelas. Seiring perkembangan zaman pandangan marx ini dapat melihat sebuah konflik yang terjadi dalam masyarakat, perjuangan kelas-kelas sosial selalu mucul karena keinginan mereka untuk hidup setera dan tanpa di bedakan selalu di salah guanakan oleh pihak lain yang menguasai sebuah perdaban.  Dalam kasus di Thailand selatan kita bisa mengkaitkan dengan pandangan karl marx tentang perjuang kaum ploletar. Jika kita laiahat kaum melayu patani yang mayoritas beragana islam di Thailand selatan ingin memperjuangan hak-hak individual dan hak agama dan budaya mereka yang selama ini slalu di tutup-tutupi oleh pemerintah Thailand. Mereka berjuang dengan melakukan pemberontakan secara menyeluruh agar dapat memisahkan diri dari negeri Thailand sehingga dapat membentuk sebuah negara yang baru yang sesuai dengan kehendak kaum melayu patani.

C.    ANALISA MASALAH
            Thailand sebagai negara yang mayoritas masyarakatnya mereka bersal dari sukau thai dan sebahagian besar mereka beragama kriten telah menyudutkan suku lain yang ada di dalam negara tersebut, salah satunya suku melayu patani yang berada di selatan Thailand yang mayoritas mereka beragama islam. Dengan adanya kesenjangan ini menyebabkan suku melayu patani melakukan perjuangan untuk dapat memisahkan diri dari pemerintahan Thailand dengan melakukan pemberontakan sehingga menimbukan konflik besar di negara tersebut. Suku melayu patani melakukan pemberontakan bukan tanpa alasan, mereka mengngangap pemerintah Thailand telah membedakan mereka dengan masyarakat lain dengan kebijakan-kebijakan yang dilaksanakan. Suku patani yang mayoritas muslim ini merasa mereka memiliki perbedaan secara adat , budaya dan agama sehinga kesenjangan terus muncul dan menjadi perbedaan kelas dalam masyarakat Thailand sendiri. Ada beberapa tuntutan dari suku patani sendiri agar mendapatkan persamaan hak dan pembangunan yang merata sekaligus kesejateraan bagi mereka. Seperti yang kita ketahui suku melayu patani ini salah satu yang menghuni daerah tertingal dengan pembangunan prasarana yang belum memadai dan di tambah dengan kesenjangan sosial yang di alami terutama di bidang ekonomi yang hampir dari 70% mereka dalam status penduduk miskin. Hal inilah yang membuat suku melayu patani terus berjuang untuk mendapatkan keadilan secara menyeluruh dari pemerintah Thailand. Dari kulasan di atas konflik yang terjadi di selatan Thailand sebenarnya di sebabkan oleh empat (4) aspek di antaranya :
·         Aspek perbedaan suku, adat, budaya dan agama.
·         Aspek  perbedaan hak dalam bidang ibadah.
·         Aspek  kemiskinan yang menerpa kaum melayu patani
·         Aspek Lambannya pembangunan infrastruktur dan pembagunan fasilitas umumpun masih sangat rendah.
Dari 4 aspek itu kemudian memunculkan perbedaan kelas dalam masyarakat Thailand yang kususnya kaum melayu patani yang tingal dan diwilayah selatan thailan sehingga telah terbentuk perbedaan dalam masyarakat thailan yang umumnya berasal dari suku thai dan kebanyakan dari mereka memeluk agama Kristen dengan suku melayu patani yang beragama islam dekaligus budaya mereka berbeda.


D.    Kesimpulan dan saran


            Setelah kita membaca pembahasan dan materi di atas maka dapat kita simpulkan bahwasanya konflik yang terjadi di Thailand selatan merupakan konflik kelas masyarakat yang terjadi di keranakan perbedaan suku, adat, budaya dan agama, di tambah kesenjangan pembagunan yang terjadi di daerah suku melayu patani semangkin membuat mereka meradang dan berkehendak untuk melalakukan sebuah pemberontakan untuk mencapai tujuan agar dapat melepaskan diri dari negara Thailand. Seharusnya pemerintah Thailand memberikan kekhususan untuk wilayah yang di huni oleh melayu patani di karenakan sacara adat,budaya dan agama mereka berbeda dengan mayoritas masyarakat thailan sendiri. Pada dasarnya konflik terjadi kerena ada perbedaan dalam masyarakat Thailand sendiri sehingga pemerintah di harapkan dapat member perhatian yang sama dalam membangun wilayah wilayah patani bukan malah menganak tirikan mereka sehingga mereka merasa tak hidup di negeri Thailand lagi. Kita juga mengharapkan Thailand juga berani memberikan otonomi khusus kepada kaum melayu patani agar mereka dapat membagun daerah sesuai kultur, budaya mereka sendiri.


KABARI KE TEMANMU VIA : Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
0 Komentar untuk "REVIEW KONFLIK KELAS DI THAILAND SELATAN"

Popular Posts

Back To Top